Mengulas Tentang Kanker Nasofaring, Gejala dan Cara Pengobatannya

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh bermutasinya sel normal menjadi abnormal. Mutasi sel ini terjadi dengan cepat dan mempengaruhi sel sehat lainnya sehingga ikut bermutasi. Semakin luas sel abnormal yang tercipta, akan semakin parah kerusakan yang disebabkan karena organ yang terinfeksi tidak dapat melakukan fungsinya seperti seharusnya. Ada banyak jenis kanker yang bisa terjadi pada manusia sesuai dengan organ dimana sel tersebut timbul. Salah satu contohnya adalah kanker nasofaring atau karsinoma nasofaring yang terjadi di tenggorokan. Penderitanya memang tidak sebanyak kanker payudara atau kanker lainnya, namun karena letaknya di kepala, jenis kanker ini bisa sangat berbahaya.

Nasofaring terletak di belakang rongga hidung atau di balik langit-langit rongga mulut. Letaknya yang berada di bagian kepala membuat karsinoma nasofaring mudah menyebar ke mulut, mata, tenggorokan hingga ke otak. Penyebab kanker ini belum diketahui secara pasti. Namun para ahli kedokteran sepakat bahwa penyebab kanker masih berhubungan dengan virus yang disebut dengan Epstein Barr Virus atau EBV. EBV ditularkan melalui air liur dengan cara kontak langsung ataupun melalui benda yang terkontaminasi seperti makanan dan minuman. Selain disinyalir karena kontaminasi virus, kanker jenis nasofaring ini juga bisa dipicu oleh adanya faktor tertentu seperti berikut ini:

  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Sering mengkonsumsi alkohol.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker yang sama.
  • Mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam.
  • Berusia antara 30 hingga 50 tahun.

Sama seperti kanker lainnya, karsinoma nasofaring juga hampir tidak menunjukkan gejala di stadium awalnya. Meski begitu jika Anda memiliki gejala-gejala berikut ini tak ada salahnya jika segera memeriksakan diri ke dokter:

  • Mengalami infeksi telinga.
  • Mengalami gangguan pendengaran hingga telinga berdenging yang sering.
  • Mengalami kesulitan untuk membuka mulut.
  • Terdapat benjolan di tenggorokan.
  • Sering mimisan.
  • Wajah terasa nyeri atau mati rasa.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sering mengalami hidung tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan menjadi kabur.

Jika Anda memiliki gejala di atas, dan memeriksakan diri ke dokter, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gejala dan memastikan apakah penyebabnya adalah kanker atau tidak. pemeriksaan bisa dilakukan dengan prosedur nasofaringoskopi yaitu prosedur endoskopi yang dilakukan untuk memeriksa nasofaring dan prosedur biopsi. CT scan dan MRI juga bisa dilakukan untuk memperjelas diagnosa. Jika ternyata penyebabnya memang kanker, dari CT Scan, MRI dan nasofaringokopi juga bisa disimpulkan sudah berada di stadium mana kanker tersebut. Karsinoma Nasofaring dibagi menjadi 5 fase yaitu:

  1. Stadium 0.
    Disebut fase in situ dimana muncul sel abnormal dan bisa berpotensi kanker.
  2. Stadium I.
    Sel abnormal menyebar ke organ lain disekitarnya seperti orofaring.
  3. Stadium II.
    Sel kanker sudah menyebar hingga kelenjar getah bening yang berada di dekat nasofaring.
  4. Stadium III.
    Kanker sudah menyebar ke tenggorokan dan sinus terdekat.
  5. Stadium IV.
    Kanker sudah menyebar ke organ lain yang lebih jauh seperti tulang selangka, paru-paru dan lainnya.

Letaknya yang dekat dengan otak serta kelenjar getah bening membuat kanker nasofaring menjadi sangat berbahaya dan mudah menyebar ke organ lainnya. Karena itu jangan sepelekan kesehatan jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas. Lakukan pencegahan sedini mungkin dengan menghindari faktor pemicu sel kanker seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Leave A Comment

You May Also Like